Klik untuk kembali ke Halaman Utama

25 April 2011

Air kencing unta cegah kesan radiasi nuklear

 JEDDAH: Ketua Jabatan Implan Tisu di Pusat Penyelidikan Raja Fahd berkata, dia dihubungi Kedutaan Jepun di Malaysia yang ingin mengetahui mengenai kegunaan air kencing unta untuk merawat kanser dan mencegah radiasi nuklear. Dr Fatin Khoursheed yang juga penyelia Kerusi Al-Zamil untuk Kanser memberitahu akhbar berbahasa Arab Al-Hayat, panggilan telefon itu diterimanya ketika krisis nuklear di Jepun semakin bertambah buruk.

“Ia dibuat selepas letupan di loji Fukushima 1,” katanya.

“Pihak berkuasa Jepun mahu mencuba kesan air kencing unta secara santifik dalam merawat individu yang terdedah kepada radiasi nuklear bagi mencegah mereka daripada mendapat penyakit kanser.” Dr Fatin berkata, dia sudah menjalankan penyelidikan mulai 2004 selepas berjaya memulihkan berpuluh-puluh kes pelbagai penyakit kanser dengan air kencing unta yang diambil secara meminumnya, dalam bentuk kapsul, salap atau syampu. Pesakit yang sudah menjalani rawatan itu di Arab Saudi dan negara lain menunjukkan penyembuhan 98 peratus.

Menurutnya, pertanyaan daripada pihak berkuasa Jepun itu cukup aneh kerana Badan Makanan dan Ubat-Ubatan Saudi gagal untuk mengiktiraf keputusan penyelidikan saintifik itu.

“Walaupun penyelidikan itu secara teori dan amali menunjukkan keberkesanan tetapi gagal diiktiraf Badan Makanan dan Ubat-Ubatan Saudi.

“Minat ditunjukkan pihak berkuasa Jepun itu meningkatkan semangat saya untuk membuktikan keberkesanan penyelidikan itu,” katanya lagi. - SG
 
* dipetik dari caca marba
 
alhamdulillah... begitulah hebatnya bagaimana binatang yang pernah disebutkan nabi ini telah memberikan manfaat kepada manusia. Panglima terbaca manfaat air kencing unta ini dari blog dari Indonesia Suara Hidayatullah yang menceritakan kelebihan air kencing unta sebagai penawar kanser malah pernah bermanfaat ketika zaman rasullullah SAW lagi...  
 
Air kencing unta bagi banyak orang mungkin menjijikkan. Tapi belum lama ini sebuah penelitian menemukan air kencing binatang khas padang pasir ini justru dapat menyembuhkan penyakit. Ah, mana bisa?

Adalah Dr Faten Abdel-Rahman Khorshid yang telah membuktikan hal itu. Khorshid seorang ilmuwan dari Arab Saudi yang juga staf King Abdul Aziz University (KAAU) dan Presiden Tissues Culture Unit di Pusat Penelitian Medis King Fahd.

Setelah melakukan penelitian di laboratorium, Khorshid menemukan bahwa partikel nano dalam air seni unta dapat melawan sel kanker dengan baik.

Penelitiannya diawali dengan eksperimen menggunakan air seni unta, sel kanker yang ada di organ paru-paru seorang pasien, serta tikus yang disuntikkan sel kanker leukemia dan air seni unta.

Khorshid mengaku terinspirasi oleh saran pengobatan dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SWT) bahwa air seni unta mengandung zat alami yang bisa membasmi sel berbahaya, serta menjaga sel-sel sehat pada pasien pengidap kanker.

“Pengobatan ini bukan sebuah penemuan baru, melainkan diambil dari warisan peninggalan Nabi kita,” katanya. Menurutnya, dalam sebuah Hadits dari Bukhari (2855) dan Muslim (1671) dikatakan, beberapa orang datang ke Madinah lalu jatuh sakit dengan perut yang membesar.

Rasulullah SAW menyuruh untuk mencampur susu unta dengan air seninya, kemudian diminum. Setelah itu mereka pun sembuh. Perut yang bengkak mengindasikan kemungkinan adanya edema, liver atau kanker.

 “Kami telah meneliti dan mengkaji selama tujuh tahun. Selama itu kami telah mengujicobakan efektivitas air seni unta untuk melawan sel kanker sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan oleh International Cancer Institute”, katanya dikutip dari situs http://www.saudigazette.com.sa/

Hasilnya mencengangkan, uji klinis pada seorang pasien relawan pengidap kanker paru-paru, mampu memperkecil ukuran tumor hingga setengahnya hanya dalam waktu sebulan.

Tak hanya kanker paru-paru, obat penemuan Khorshid ini juga mujarab untuk menyembuhkan kanker darah, kanker usus besar, tumor otak dan kanker payudara.

Sayangnya, Khorshid hanya memberikan resep pengobatan dalam jumlah terbatas. Saat ini, obat urine unta ini belum diproduksi secara massal. “Kami menyediakan obat dalam bentuk salep, kapsul, sirup, shampo, sabun dan gel untuk mengobati penyakit-penyakit yang sudah disebutkan.

Jika sudah mendapat izin dari Kementerian Kesehatan, obat ini akan diproduksi massal oleh pabrik farmasi”, katanya.

Hasil kajian Khorshid telah mendapat persetujuan formal dari Komite Etika Penelitian Ilmiah di KAAU.

Atas penemuannya itu, Khorshid terpilih sebagai salah satu dari enam inovasi terbaik dari 600 inovasi yang diajukan dalam International Innovation and Technology Exhibition (ITEX) 2009 yang diselenggarakan di Malaysia, Mei lalu.

Bagi warga Arab - baik semasa Nabi hingga sekarang – Unta adalah hewan berharga. Selain sebagai alat angkutan bagi masyarakat tradisional, hewan berpunuk ini juga diternakkan untuk diambil susu dan dagingnya. Susu unta dikenal rendah kalori.

2 comments:

  1. pergh..siapa sangka kencing unta leh guna mcm ni.. baik eksport byk2 unta ke Fukushima Jepun. Leh buat simpan bekalan jika bencana berulang.

    ReplyDelete
  2. Xpernah pula islam menghalalkan najis. Maaf x percaya langsung.

    ReplyDelete